Constructing Simple Marriage as Digital Da’wah A Content Analysis of TikTok Narratives on KUA Marriage

Authors

  • M. Nashoihul Ibad Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah, Pasuruan

DOI:

https://doi.org/10.38073/wasilatuna.v7i02.4873

Keywords:

simple marriage, digital da'wah, TikTok, KUA, content analysis

Abstract

This study aims to analyze the construction of the meaning of simple marriage in the TikTok content of young Indonesians which narrates the practice of marriage in Kantor Urusan Agama (KUA) or Office of Religious Affairs As an alternative to the culture of wedding celebrations which tend to be expensive and full of social demands. This phenomenon is important to study because TikTok is not only an entertainment space, but also a space for the production of popular da'wah messages that are close to the experiences of the younger generation. Administratively, marriage contract services at the KUA office on working days and hours are free of charge, while the implementation of marriage outside the KUA is subject to a service fee of IDR 600,000 through the PNBP mechanism. This study uses a qualitative approach with digital phenomenology methods and qualitative content analysis. Data was obtained from 25–30 TikTok content in 2024 that were purposively selected from five accounts of young Indonesians who discussed marriage at KUA, simple marriage, anti-celebration of luxury, and wedding blessings. The results of the study are expected to show that marriage in KUA is constructed as a symbol of simplicity, courage against social prestige, cost efficiency, and a form of digital da'wah that emphasizes the value of sakinah, anti-israf, and household blessings. This research contributes to the study of Islamic communication and broadcasting, especially young people's digital da'wah on social media.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi makna nikah sederhana dalam konten TikTok anak muda Indonesia yang menarasikan praktik nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai alternatif terhadap budaya hajatan pernikahan yang cenderung mahal dan sarat tuntutan sosial. Fenomena ini penting dikaji karena TikTok tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga ruang produksi pesan dakwah populer yang dekat dengan pengalaman generasi muda. Secara administratif, layanan akad nikah di kantor KUA pada hari dan jam kerja tidak dikenakan biaya, sedangkan pelaksanaan nikah di luar KUA dikenakan biaya layanan sebesar Rp600.000 melalui mekanisme PNBP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi digital dan analisis isi kualitatif. Data diperoleh dari 25–30 konten TikTok tahun 2024 yang dipilih secara purposive dari lima akun anak muda Indonesia yang membahas nikah di KUA, nikah sederhana, anti-hajatan mewah, dan keberkahan pernikahan. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa nikah di KUA dikonstruksi sebagai simbol kesederhanaan, keberanian melawan gengsi sosial, efisiensi biaya, dan bentuk dakwah digital yang menekankan nilai sakinah, anti-israf, serta keberkahan rumah tangga. Penelitian ini berkontribusi pada kajian komunikasi dan penyiaran Islam, khususnya dakwah digital anak muda di media sosial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Astriana, Mila. “ISLAMIC DA’WAH IN SOCIAL MEDIA IN AL-HIKMAH SMA STUDENTS SURABAYA (CASE STUDY OF DAKWAH COMMUNICATION IN SOCIAL MEDIA IN AL-HIKMAH SMA STUDENTS SURABAYA).” Wasilatuna: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam 5, no. 1 (2022): 42–63. https://ejournal.uiidalwa.ac.id/index.php/wasilatuna/article/view/628.

Bramasta, Mohammad Faqih, and Muhammad Faqih Ihsan. “Stuart Hall’s Representation: A Study of the Interpretation of QS An-Nur: 26 in the Trend of Pre-Marital Studies on Social Media: Representasi Stuart Hall: Studi Penafsiran QS An-Nur: 26 Dalam Tren Kajian Pranikah Di Media Sosial.” Takwil: Journal of Quran and Hadith Studies 3, no. 2 (2024): 21–36. https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/takwil/article/view/4427.

Bur, Ramdani, Fitria Ayuningtyas, and Munadhil Abdul Muqsith. “Pemanfaatan TikTok Sebagai Media Informasi Baru Generasi Z.” Jurnal Komunikasi Nusantara 5, no. 2 (2023): 189–98. https://www.researchgate.net/profile/Fitria-Ayuningtyas/publication/376309997_Pemanfaatan_TikTok_Sebagai_Media_Informasi_Baru_Generasi_Z/links/6572707ffc4b416622a66fb2/Pemanfaatan-TikTok-Sebagai-Media-Informasi-Baru-Generasi-Z.pdf.

Handayani, Yulmitra. “Hukum Perkawinan Islam Di Ruang Digital: Bias Gender Dalam Wacana Hukum Perkawinan Di Instagram.” Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam 14, no. 2 (2022): 112–32. https://ejournal.uin-suka.ac.id/syariah/Ahwal/article/view/2397.

Majid, Abdul. “Problematika Awal Pernikahan Dalam Sebuah Pernikahan Ideal Dalam Pandangan Sosiologi Agama.” TheJournalish: Social and Government 5, no. 4 (2024): 525–37. http://thejournalish.com/ojs/index.php/thejournalish/article/view/832.

Malik, Saeful, and Ulfain Ulfain. “Pembinaan Keluarga Sakinah Dalam Perspektif Dakwah.” Communicative: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam 1, no. 2 (2020): 83–91. https://jurnal.uibbc.ac.id/index.php/communicative/article/view/430.

Mardiana, Dyna. “Model Komunikasi KUA Kecamatan Binjai Selatan Dalam Prosedur Pelayanan Pernikahan Masa Pandemi Covid-19 Di Kota Binjai.” Al-Afkar, Journal For Islamic Studies 6, no. 1 (2023): 214–23. https://www.al-afkar.com/index.php/Afkar_Journal/article/view/484.

Mardiana, Dyna. “Model Komunikasi KUA Kecamatan Binjai Selatan Dalam Prosedur Pelayanan Pernikahan Masa Pandemi Covid-19 Di Kota Binjai.” Al-Afkar, Journal For Islamic Studies 6, no. 1 (2023): 214–23. https://www.al-afkar.com/index.php/Afkar_Journal/article/view/484.

Nurhasanah, Ai, Aidah Rahmah Sumaya, Aliffia Zikrinisa Hayatudin, et al. PENYULUHAN AGAMA: DARI KEHARMONISAN LOKAL MENUJU PEMBANGUNAN SOSIAL KEAGAMAAN. BKI, 2024. https://www.google.com/books?hl=id&lr=&id=4nyQEQAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA1&dq=Salah+satu+fenomena+yang+menarik+di+TikTok+pada+tahun+2024+adalah+munculnya+konten+anak+muda+yang+menarasikan+pilihan+nikah+di+KUA+sebagai+bentuk+pernikahan+sederhana.&ots=iXrmbGzGsc&sig=M1NhYB0xcMrllGZ0OoamsEPELJg.

Oktaviana, Marisa, Zainal Abidin Achmad, Heidy Arviani, and Kusnarto Kusnarto. “Budaya Komunikasi Virtual Di Twitter Dan Tiktok: Perluasan Makna Kata Estetik.” Satwika: Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial 5, no. 2 (2021): 173–86. https://ejournal.umm.ac.id/index.php/JICC/article/view/17560.

Pratama, Rangga Kari, Oxana AF Simanungkalit, Mahran Hawari, Hanifah Handayani, Bintang Pratiwi, and Nova Andrian. “Analisis Wacana Van Dijk Pada Media Sosial Tiktok Dampak Dan Potensi Penggunaan Berkala Untuk Kebutuhan Media.” IdeBahasa 6, no. 1 (2024): 136–48. http://jurnal.idebahasa.or.id/index.php/Idebahasa/article/view/208.

Qomaruddin, Qomaruddin, and Halimah Sa’diyah. “Kajian Teoritis Tentang Teknik Analisis Data Dalam Penelitian Kualitatif: Perspektif Spradley, Miles Dan Huberman.” Journal of Management, Accounting, and Administration 1, no. 2 (2024): 77–84. https://pub.nuris.ac.id/journal/jomaa/article/view/93.

Rosanah, Octiana Ibranda. “Strategi External Relations Program Merchant Community Engagement Bukalapak Dalam Membangun Loyalitas Komunitas Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (umKm).” Komunikasi Anak Muda Dan Perubahan Sosial 172 (2022). https://lintar.untar.ac.id/repository/penelitian/buktipenelitian_10916001_2A280222103727.pdf#page=183.

Salamah, Salamah, and Efendi Efendi. “The Quality of Marriage Registration Services at the Religious Affairs Office (KUA) of Hamparan Rawang Subdistrict, Sungai Penuh City.” TOFEDU: The Future of Education Journal 3, no. 5 (2024): 1335–46. http://journal.tofedu.or.id/index.php/journal/article/view/226.

Samingan, S. Pd. “Aksara Lota Ende: Sejarah Dan Eksistensinya.” Revitalisasi Ilmu Sejarah, Seni, Dan Budaya Dalam Dunia Pendidikan 35 (2024). https://www.researchgate.net/profile/Adi-Wijayanto-2/publication/384499138_Revitalisasi_Ilmu_Sejarah_Seni_dan_Budaya_dalam_Dunia_Pendidikan/links/66fbd182906bca2ac3dbacd8/Revitalisasi-Ilmu-Sejarah-Seni-dan-Budaya-dalam-Dunia-Pendidikan.pdf#page=46.

Susiana, Ika. “Dakwah Dan New Media: Pengemasan Dakwah Melalui Media Sosial Tiktok Di Akun@ Umar. Elrozy.” PhD Thesis, UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, 2022. http://etheses.uingusdur.ac.id/11887/1/3418016_Bab1%265.pdf.

Taufikurrahman, Taufikurrahman, and Endang Setyowati. “Sistem Komunikasi Dakwah Di Era Digital Melalui Instagram, TikTok, YouTube.” Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya 7, no. 1 (2024): 103–16. https://e-journal.uac.ac.id/index.php/almada/article/view/4866.

Toyyib, Moh, Arini Fahma Qona’ati, Ikli Nafisah, Moh Hamim Asidiki, and Ali Nurdin. “DRAMATURGY OF LORA ABBAS KATANDUR’S DA’WAH AMONG THE BIKERS IN PAMEKASAN.” Wasilatuna: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam 6, no. 02 (2023): 143–62. https://ejournal.uiidalwa.ac.id/index.php/wasilatuna/article/view/1070.

Wafiq, Ahmad. “Pernikahan Dini Di Kabupaten Bantul Perspektif Hukum Adat Dan Hukum Islam (Studi Kasus Di KUA Kapanewon Pleret).” PhD Thesis, Universitas Islam Indonesia, 2024. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/52891.

Wibowo, Andrey, and Farid Rusdi. “Analisis Personal Branding Youtuber Gim:(Studi Fenomenologi Michael Souw).” Prologia 3, no. 1 (2019): 31–38. https://journal.untar.ac.id/index.php/prologia/article/view/6132.

Yuliani, Wiwin. “Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif Dalam Perspektif Bimbingan Dan Konseling.” QUANTA: Kajian Bimbingan Dan Konseling Dalam Pendidikan 2, no. 2 (2018): 83–91. https://e-journal.stkipsiliwangi.ac.id/index.php/quanta/article/view/1641.

Zaenuri, Lalu Ahmad, and Andri Kurniawan. “Komunikasi Dakwah Dan Peran Ulama Dalam Mencegah Pernikahan Dini Di Nusa Tenggara Barat.” Jurnal Peurawi: Media Kajian Komunikasi Islam 4, no. 2 (2021): 45–62. https://comms.ar-raniry.ac.id/peurawi/article/view/175.

Zahra, Fatimah, and Riska Amanda Pratiwi. “Dinamika Dakwah Pada Inovasi Teknologi Digital Di Indonesia.” Hikmah 18, no. 2 (2024): 353–68. http://jurnal.uinsyahada.ac.id/index.php/Hik/article/view/12452.

Downloads

Published

10-10-2024

Issue

Section

Articles