https://ejournal.uiidalwa.ac.id/index.php/madanika/issue/feedMadanika: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat2026-02-28T10:06:40+00:00 Madanika: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakatmadanika@uiidalwa.ac.idOpen Journal Systems<p data-start="107" data-end="652"><strong data-start="107" data-end="156">Madanika: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat</strong> is a scientific journal that publishes current issues related to community service, empowerment, and participatory development rooted in Islamic values and social engagement. This journal serves as a platform for academics, researchers, and practitioners to contribute through literature reviews, conceptual articles, and research-based studies that explore the dynamics of community development, communication strategies, religious counseling, media for social change, and other related fields.</p> <p data-start="654" data-end="995"><em data-start="654" data-end="664">Madanika</em> is published twice a year (in <strong data-start="695" data-end="703">June</strong> and <strong data-start="708" data-end="720">December</strong>) by the <strong data-start="729" data-end="859">Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Da'wah, Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah</strong>, with the aim of promoting scholarly discussion and practical solutions that strengthen community well-being and social transformation.</p>https://ejournal.uiidalwa.ac.id/index.php/madanika/article/view/3559Pembinaan Keluarga Harmonis di Majelis Rohmatul Ummah Bangkalan untuk Pencegahan Kekerasan Rumah Tangga2025-10-28T03:03:19+00:00Muhammad Abdullahibnuahmad7@gmail.comMujitodr.mujito@gmail.comMuhammad Yusron Maulana El-Yunusiyusronmaulana@unsuri.ac.id<p>Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih menjadi persoalan sosial yang serius di Indonesia, termasuk di wilayah Bangkalan, Madura, yang memiliki karakter budaya patriarki kuat dan kecenderungan masyarakat untuk menganggap KDRT sebagai urusan pribadi rumah tangga. Rendahnya kesadaran hukum dan literasi gender menyebabkan banyak kasus kekerasan, baik fisik maupun psikologis, tidak terlaporkan. Untuk menjawab persoalan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Majelis Rohmatul Ummah Bangkalan dengan tujuan meningkatkan pemahaman jamaah Muslimatan tentang konsep keluarga sakinah, pentingnya komunikasi asertif, serta strategi pencegahan KDRT berbasis nilai-nilai keagamaan. Program menggunakan metode <strong>Asset-Based Community Development (ABCD)</strong> dengan menggali potensi sosial, religiusitas, dan solidaritas jamaah sebagai modal utama dalam membangun keluarga harmonis. Proses kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi kelompok, simulasi komunikasi asertif, serta refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan jamaah terhadap bentuk-bentuk kekerasan non-fisik, seperti kekerasan verbal, emosional, dan fenomena <em>gaslighting</em> yang kerap muncul dalam relasi rumah tangga. Selain itu, jamaah mulai berani mengekspresikan pendapat secara terbuka, menghargai perbedaan, dan membangun dukungan sosial antaranggota majelis. Kegiatan ini juga memperkuat peran majelis taklim sebagai ruang edukasi dan advokasi komunitas yang mendorong kesetaraan gender, keharmonisan keluarga, serta pencegahan kekerasan domestik di tingkat akar rumput.</p>2025-11-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Muhammad Abdullah, Mujito, Muhammad Yusron Maulana El-Yunusihttps://ejournal.uiidalwa.ac.id/index.php/madanika/article/view/3684Penguatan Literasi Digital dan Toleransi Beragama Melalui Media Sosial pada Siswa SMK melalui model Asset Based Community Development (ABCD)2025-12-27T10:39:35+00:00Novianto Puji Raharjonoviantopr@uiidalwa.ac.idAgus Gunawanagusgunawan@uiidalwa.ac.id<p>Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital di kalangan siswa SMK Negeri 1 Sukapura, Kabupaten Probolinggo, dengan fokus pada pengajaran etika penggunaan media sosial untuk memperkuat toleransi beragama. Program ini dilaksanakan melalui serangkaian pelatihan terstruktur yang mencakup materi literasi digital dasar, etika penggunaan media sosial, dan pentingnya memverifikasi informasi sebelum dibagikan. Selain itu, siswa diberikan tugas mandiri untuk membuat konten edukatif yang mempromosikan toleransi beragama di media sosial. Evaluasi dilakukan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan, serta dampak dari pelatihan ini terhadap perubahan sikap dan perilaku mereka dalam menggunakan media sosial. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan siswa dalam menyaring informasi, serta perubahan positif dalam cara mereka berinteraksi di dunia maya. Program ini juga berhasil meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya toleransi beragama, baik di dunia maya maupun dalam kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, program ini berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan literasi digital dan membentuk karakter siswa yang lebih bijak, inklusif, dan toleran, yang dapat diterapkan sebagai model bagi sekolah-sekolah lain dalam mengembangkan literasi digital yang berbasis pada etika dan toleransi.</p>2025-12-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Novianto Puji Raharjo, Agus Gunawanhttps://ejournal.uiidalwa.ac.id/index.php/madanika/article/view/3460Pendampingan Penguatan Literasi Keagamaan melalui Forum Penerjemahan Ceramah Bahasa Arab 2025-10-04T10:01:56+00:00Abdurrahman Ahmad Agilabdurrahmanahmadaqil@uiidalwa.ac.idNur Hanifansyahnurhanifansyah@uiidalwa.ac.idMoh. Tohiri Habibmohtohirihabib@uiidalwa.ac.id<p>Program ini mengembangkan Forum Penerjemahan Ceramah Bahasa Arab untuk menutup celah pemanfaatan input lisan otentik di pesantren. Kegiatan berlangsung Januari–Maret 2025 di UII Dalwa (n=30; tingkat Aliyah). Desain partisipatif berbasis komunitas dengan siklus PDSA dan evaluasi one-group pretest–posttest menilai literasi dengar, guided note-taking, dan akurasi terjemah. Materi utama berupa cuplikan ceramah fushā (3–7 menit); perangkat pendukung meliputi templat catatan, glosarium frasa kunci, dan rubrik akurasi. Hasil menunjukkan peningkatan: pemahaman dengar 56,8→74,2; kualitas catatan 1,4→2,6; akurasi terjemah 1,2→2,3; partisipasi forum 36%→78%; kepuasan 4,5/5. Luaran berupa bahan ajar pendamping (glosarium 185 entri, templat catatan, rubrik) serta mini-ToT guru untuk replikasi. Disimpulkan, model forum yang mengintegrasikan dengar–catat–alih makna bersifat operasional, terukur, dan replikabel untuk penguatan literasi dengar–tulis–bicara pada pendidikan bahasa Arab tingkat Aliyah.</p>2025-12-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Abdurrahman Ahmad Agil, Nur Hanifansyah, Moh. Tohiri Habibhttps://ejournal.uiidalwa.ac.id/index.php/madanika/article/view/3750Implementasi Pelatihan Kewirausahaan Digital Berbasis Participatory Action Research untuk Meningkatkan Literasi Kewirausahaan dan Digital Siswa SMA/Aliyah di Kecamatan Lumbang, Probolinggo2026-02-27T07:36:35+00:00Ahmad Misbahahmadmisbah@uiidalwa.ac.idBahru Rozibahrurozi@uiidalwa.ac.idReiza Praselanovareizapraselanova@uiidalwa.ac.idM. Robi’inmrobi'in@uiidalwa.ac.idAlfan Arifuddinalfanarifuddin@uiidalwa.ac.id<p><strong>Abstract</strong></p> <p>The development of digital technology demands that the education sector prepare young generations who are not only technologically literate but also possess entrepreneurial competencies. This study aims to analyze the implementation of digital entrepreneurship training in improving entrepreneurial and digital literacy among high school/Islamic senior high school students in Lumbang District, Probolinggo. This research employs a Participatory Action Research (PAR) approach carried out in three stages: planning, implementation, and reflection. The research subjects consisted of 40 students selected based on interest and teacher recommendations. Data were collected through observation, interviews, focus group discussions, and entrepreneurial and digital literacy tests conducted before and after the training. Data analysis was performed using descriptive-comparative and thematic methods. The results showed a significant increase in students' entrepreneurial and digital literacy, with an average score improvement of 38.2%. Students were able to create online stores on e-commerce platforms, manage digital promotional content, and understand basic financial management. In addition to enhancing technical skills, the training also fostered the growth of self-confidence, independence, and entrepreneurial motivation. This study concludes that a participatory and technology-based training model is effective in developing digital entrepreneurial competencies at the secondary education level and can serve as a reference for the development of digital-based entrepreneurship curricula in schools.<br><br>Keywords: digital entrepreneurship, participatory action research, digital literacy, entrepreneurial literacy, secondary education</p>2025-12-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Ahmad Misbah, Bahru Rozi, Reiza Praselanova, M. Robi’in, Alfan Arifuddinhttps://ejournal.uiidalwa.ac.id/index.php/madanika/article/view/4522Pemberdayaan Perempuan Melalui Budidaya Tanaman sebagai Strategi Peningkatan Perekonomian Keluarga2026-02-28T10:06:40+00:00Nabila Nora Gresianabilanaura2000@gmail.comGabriela Melizagabrielameliza344@gmail.comNur Istikomahistikomahnur0910@gmail.comFitriatin Ni'mahfitrianimah20@gmail.comSelvi MusleniSelvimusleni912@gmail.comWindi Septiantiwindiseptianti264@gmail.comAniqa Nawra Ghaniyanawraaaniqa@gmail.comHana Pertiwihanapertiwi_uin@radenfatah.ac.id<p>Program pemberdayaan perempuan melalui budidaya tanaman hortikultura dilaksanakan di Kantor Desa Sukajaya, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, dengan memanfaatkan lahan kosong sebagai kebun percontohan. Kegiatan diawali dengan sosialisasi tentang ketahanan pangan dan potensi ekonomi pekarangan, dilanjutkan dengan penataan lahan serta penyediaan sarana seperti polybag dan pupuk organik. Tanaman yang dibudidayakan meliputi kangkung, pakcoy, cabai, dan serai karena mudah dirawat dan bernilai ekonomis. Program kerja ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggambarkan proses pelaksanaan dan dampak program pemberdayaan perempuan melalui budidaya tanaman. Pendekatan ini dipilih karena fokus kegiatan adalah pada proses partisipatif dan perubahan kapasitas peserta. Program dilaksanakan di pekarangan Kantor Desa Sukajaya sebagai lokasi kebun percontohan. Sasaran kegiatan adalah ibu-ibu dan perempuan desa yang terlibat secara aktif dalam kegiatan penanaman dan pemeliharaan tanaman. Pelaksanaan program dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi, persiapan media tanam, penanaman bibit, serta pendampingan perawatan tanaman. Budidaya dilakukan menggunakan sistem polybag melalui tahap penyemaian, penanaman, penyiraman, dan pemupukan. Hasilnya, lahan menjadi lebih tertata dan produktif, serta pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu dalam bercocok tanam meningkat. Program ini memberikan manfaat berupa pengurangan pengeluaran rumah tangga dan peluang tambahan pendapatan, sekaligus memperkuat kerja sama antar perempuan desa.</p>2025-12-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Nabila Nora Gresia, Gabriela Meliza, Nur Istikomah, Fitriatin Ni'mah, Selvi Musleni, Windi Septianti, Aniqa Nawra Ghaniya, Hana Pertiwi