https://ejournal.uiidalwa.ac.id/index.php/madanika/issue/feedMadanika: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat2025-12-27T10:39:35+00:00 Madanika: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakatmadanika@uiidalwa.ac.idOpen Journal Systems<p>-</p> <p data-start="107" data-end="652"><strong data-start="107" data-end="156">Madanika: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat</strong> is a scientific journal that publishes current issues related to community service, empowerment, and participatory development rooted in Islamic values and social engagement. This journal serves as a platform for academics, researchers, and practitioners to contribute through literature reviews, conceptual articles, and research-based studies that explore the dynamics of community development, communication strategies, religious counseling, media for social change, and other related fields.</p> <p data-start="654" data-end="995"><em data-start="654" data-end="664">Madanika</em> is published twice a year (in <strong data-start="695" data-end="703">June</strong> and <strong data-start="708" data-end="720">December</strong>) by the <strong data-start="729" data-end="859">Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Da'wah, Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah</strong>, with the aim of promoting scholarly discussion and practical solutions that strengthen community well-being and social transformation.</p>https://ejournal.uiidalwa.ac.id/index.php/madanika/article/view/3559Pembinaan Keluarga Harmonis di Majelis Rohmatul Ummah Bangkalan untuk Pencegahan Kekerasan Rumah Tangga2025-10-28T03:03:19+00:00Muhammad Abdullahibnuahmad7@gmail.comMujitodr.mujito@gmail.comMuhammad Yusron Maulana El-Yunusiyusronmaulana@unsuri.ac.id<p>Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih menjadi persoalan sosial yang serius di Indonesia, termasuk di wilayah Bangkalan, Madura, yang memiliki karakter budaya patriarki kuat dan kecenderungan masyarakat untuk menganggap KDRT sebagai urusan pribadi rumah tangga. Rendahnya kesadaran hukum dan literasi gender menyebabkan banyak kasus kekerasan, baik fisik maupun psikologis, tidak terlaporkan. Untuk menjawab persoalan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Majelis Rohmatul Ummah Bangkalan dengan tujuan meningkatkan pemahaman jamaah Muslimatan tentang konsep keluarga sakinah, pentingnya komunikasi asertif, serta strategi pencegahan KDRT berbasis nilai-nilai keagamaan. Program menggunakan metode <strong>Asset-Based Community Development (ABCD)</strong> dengan menggali potensi sosial, religiusitas, dan solidaritas jamaah sebagai modal utama dalam membangun keluarga harmonis. Proses kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi kelompok, simulasi komunikasi asertif, serta refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan jamaah terhadap bentuk-bentuk kekerasan non-fisik, seperti kekerasan verbal, emosional, dan fenomena <em>gaslighting</em> yang kerap muncul dalam relasi rumah tangga. Selain itu, jamaah mulai berani mengekspresikan pendapat secara terbuka, menghargai perbedaan, dan membangun dukungan sosial antaranggota majelis. Kegiatan ini juga memperkuat peran majelis taklim sebagai ruang edukasi dan advokasi komunitas yang mendorong kesetaraan gender, keharmonisan keluarga, serta pencegahan kekerasan domestik di tingkat akar rumput.</p>2025-11-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Muhammad Abdullah, Mujito, Muhammad Yusron Maulana El-Yunusihttps://ejournal.uiidalwa.ac.id/index.php/madanika/article/view/3684Penguatan Literasi Digital dan Toleransi Beragama Melalui Media Sosial pada Siswa SMK melalui model Asset Based Community Development (ABCD)2025-12-27T10:39:35+00:00Novianto Puji Raharjonoviantopr@uiidalwa.ac.idAgus Gunawanagusgunawan@uiidalwa.ac.id<p>Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital di kalangan siswa SMK Negeri 1 Sukapura, Kabupaten Probolinggo, dengan fokus pada pengajaran etika penggunaan media sosial untuk memperkuat toleransi beragama. Program ini dilaksanakan melalui serangkaian pelatihan terstruktur yang mencakup materi literasi digital dasar, etika penggunaan media sosial, dan pentingnya memverifikasi informasi sebelum dibagikan. Selain itu, siswa diberikan tugas mandiri untuk membuat konten edukatif yang mempromosikan toleransi beragama di media sosial. Evaluasi dilakukan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan, serta dampak dari pelatihan ini terhadap perubahan sikap dan perilaku mereka dalam menggunakan media sosial. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan siswa dalam menyaring informasi, serta perubahan positif dalam cara mereka berinteraksi di dunia maya. Program ini juga berhasil meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya toleransi beragama, baik di dunia maya maupun dalam kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, program ini berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan literasi digital dan membentuk karakter siswa yang lebih bijak, inklusif, dan toleran, yang dapat diterapkan sebagai model bagi sekolah-sekolah lain dalam mengembangkan literasi digital yang berbasis pada etika dan toleransi.</p>2025-12-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Novianto Puji Raharjo, Agus Gunawan